BudayaKulinerOleh-OlehTradisiWisata

Ingin Berkunjung ke Garut? Yuk, Tengok Apa Saja Tentang Garut!

Garut adalah sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat. Garut terkenal akan makanan khas, yakni dodol Garut. Namun meskipun Garut sudah cukup ternama, tak jarang beberapa orang masih belum tahu tentang Garut lebih jauh. Padahal ada sejumlah fakta menarik mengenai Garut. 

Maka dari itu, di artikel berikut ini akan membahas beberapa hal tentang Garut. Mulai dari sejumlah tempat makan di Garut, tempat-tempat wisata Garut, hingga sejarah singkat Islam di Garut akan dibahas di sini. 

Mari langsung saja simak pembahasan lebih jauh di bawah ini! 

Rekomendasi Tempat Makan di Garut yang Murah dan Enak

Garut memiliki banyak kuliner enak yang patut dicoba saat Anda berkunjung. Banyak tempat makan yang menyajikan makanan-makanan lezat, mulai dari makanan khas Garut hingga makanan dari mancanegara.

Salah satu tempat makan yang cukup terkenal adalah Talaga Sampireun Garut Jawa Barat. Namun selain itu, ada beberapa tempat makan terkenal lain yang makanannya tak kalah enak.

1. Saung Pananjung

Jika Anda penyuka dan penikmat daging domba, maka Anda harus mengunjungi tempat makan satu ini. Ada berbagai macam olahan kuliner yang enak dari daging domba yang diolah dengan cara digoreng atau dibakar. 

Jika Anda ingin ke tempat makan di Garut ini, Anda bisa datang ke alamat Jl. Cipanas Baru No. 209, Pananjung.

2. Darmaga Sunda

Darmaga Sunda adalah tempat makan berikutnya di Garut yang direkomendasikan untuk Anda kunjungi. Tempat makan ini mengusung konsep makan nyaman untuk berkumpul dengan kolega atau teman. Restoran berciri khas berupa perahu berlabuh di sekitar pinggir danau dengan pemandangan hamparan sawah, pegunungan, dan tebing buatan. Tempat wisata ini berlokasi di Jl. Raya Bandung – Garut KM. 36, Nagreg.

Baca Juga:  Informasi Lengkap Berkunjung Ke Wisata Garut Kampung Sampireun

3. Kampung Muara Sunda

Jika Anda ingin makan bernuansa unik dan tenang, Anda dapat datang ke Kampung Muara Sunda. Tempat makan ini menawarkan restoran dengan konsep apung dengan pemandangan sawah hijau membentang sehingga cocok untuk Anda yang ingin bersantai. Ada berbagai varian menu ditawarkan dan bisa dipilih seperti gurame bakar, sayur oseng, sampai udang asam manis. Lokasi tempat makan di Garut Kota ini berada di Jl. Raya Bayongbong KM. 3, Muara Sanding.

Beberapa Tempat Wisata di Garut

Garut juga memiliki sejumlah tempat wisata yang keren dan menarik untuk didatangi saat Anda liburan. Berikut di antaranya:

1. Kolam Air Panas Kawah Papandayan

Jika Anda ingin berendam air panas dengan pemandangan pegunungan cantik dan ciamik, Anda bisa ke pemandian air panas Papandayan Garut. Dijamin, Anda akan dimanjakan sekali di sini. 

Anda bisa datang ke sini bersama dengan keluarga. Di sini terdapat pemandian untuk dewasa dan pemandian air panas anak-anak.

Nah, jika Anda ingin ke pemandian air panas ini, Anda perlu membayar beberapa biaya seperti biaya tiket masuk kolam renang dan biaya masuk tempat wisata. 

tak hanya itu saja di Gunung Panandayan anda juga dapat camping atau berkemah di area Papandayan Camping Ground dengan fasilitas yang memadai, so jangan ketinggalan… berangkat

2. Kampung Sampireun

Wisata Garut Kampung Sampireun merupakan Hotel di Garut yang adalah resort terletak di Jl. Raya Samarang Kamojang. Wisata ini termasuk tempat wisata terkenal di Garut lengkap fasilitasnya. Merupakan penginapan terdiri dari 58 bungalow pada tepi danau. Pastinya, sudah dapat Anda bayangkan, ketika sampai di wisata ini Anda akan diantarkan ke kamar dengan menaiki perahu canoe untuk menyeberang danau cantik.

Baca Juga:  Menelusuri Jejak Sejarah Islam di Garut, Jawa Barat

3. Wisata Cibiuk

Cibiuk Garut wisata ini dijuluki juga sebagai Ubud-nya Garut. Hal itu karena wisata Cibiuk mempunyai pemandangan alam yang mirip pemandangan Ubud, Bali. 

Hamparan sawah yang hijau dan membentuk terasering jadi daya tarik yang tersendiri. Tidak heran jika Cibiuk jadi tujuan wisata banyak orang. 

Beda dengan tempat wisata lain yang ada di Garut, Cibiuk ini termasuk tujuan wisata kuliner yang memiliki spot foto selfie berkonsep sawah outdoor. 

4. Kampung Dukuh Cikelet

Garut pun memiliki Kampung Adat yang masih sakral, yakni Kampung Dukuh. Sejarah Kampung Dukuh Garut ini sendiri cukup menarik.

Kampung adat ini berada di antara tiga gunung, yaitu Gunung Dukuh, Gunung Batu Cupak, dan Gunung Batu. Kampung ini masih memegang teguh adat istiadat leluhur. 

Memasuki Kampung Dukuh, Anda akan lihat pemandangan dari rumah-rumah dengan atap terbuat dari ijuk dan serabut alang-alang. Kesan tradisional masih kental sekali di kampung ini. 

Semua rumah di Kampung Dukuh terbuat dari kayu dan terdapat larangan untuk tak memakai tembok, kaca, dan genteng. Di sini, terdapat satu rumah yang tampak lebih besar dibandingkan yang lainnya, yakni rumah juru kunci Kampung Adat Dukuh Dalam.

Jumlah rumah di kampung ini sekitar 36 buah dengan satu balai rakyat yang jadi tempat berkumpul warga untuk mengadakan pertemuan. 

Di Kampung Dukuh Dalam ada rumah khusus tamu yang ingin lakukan penyepenan atau menyepi sembari ritual di dalam rumah. 

Tidak hanya rumah-rumah warga, di sini juga ada sebuah mushola untuk warga beribadah. Ada pula madrasah untuk anak-anak di kampung yang ingin sekolah dan belajar agama. 

Berbicara mengenai sejarah Kampung Dukuh Cikelet Garut, tidak lepas dari orang-orang dulu yang berjasa untuk Garut. Maka dari itu, di Garut ada tempat dianggap sakral, yaitu makam leluhur Kampung Dukuh. 

Baca Juga:  Keindahan Wisata Terpadu Darajat Garut Yang Keren

Di dalam Syekh Abdul Jalil. Untuk ke makam, pengunjung perlu untuk mendaki kaki Gunung Dukuh. Area Makam Syekh Abdul Jalil tepat berlokasi di hutan gunung tersebut.

Makam ini cukup ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia di hari sabtu. Sebelum ke makam, peziarah wajib untuk mandi dan wudhu di jamban yang disediakan oleh warga. 

Sejarah Singkat Islam di Garut

Sejarah Islam Garut tak lepas dari beberapa tokoh yang menyebarkan agama Islam di tanah pasundan. Salah satunya yang paling terkenal adalah Prabu Kian Santang.

Sejarah Prabu Kian Santang Garut dalam menyebarkan Islam akan dibahas secara singkat di sini. 

Limbangan merupakan tempat pertama penyebaran Islam di kawasan Priangan tatar Sunda. Di waktu itu, selain di Godog Garut, penyebaran Islam pun sebagian kecil terjadi dengan perdagangan para pedagang yang asalnya dari Arab dan India di wilayah pantai utara.

Prabu Kian Santang berganti nama menjadi Syekh Sunan Rohmat Suci. Pada awalnya, beliau mulai mengislamkan raja lokal, Raja Galuh Pakuwon di Limbangan. Beliau pun mengislamkan petinggi kerajaan dan juga raja-raja lokal lain seperti Sunan Sirapuji, Santowan Suci Mareja, dan juga Sunan Batuwangi yang sekarang terletak di Kecamatan Singajaya. Ajaran Islam lalu menyebar ke seluruh tanah Priangan melalui para raja lokal.

Lalu, setelahnya ajaran Islam di tanah Sunda disebarkan generasi-generasi berikutnya. Generasi yang selanjutnya adalah para sufi seperti Fatah Rahmatullah, Jafar Sidiq, Abdul Muhyi, dan para ulama dari Cirebon dan Mataram, yakni Cangkuang Arif Muhammad serta dari Sumedang Pangeran Santri. Setelahnya, penyebaran Islam menjadi berkembang secara cepat dan semakin meluas.

Nah, itulah informasi singkat mengenai Garut, mulai dari tempat makan di Garut sampai sejarah singkat penyebaran agama Islam di sana. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan membantu Anda!  

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *